Agustus Yang Bermakna


 

Syahril Yusup

 Catatan ini sebagai refleksi untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia, yang ke 79 Tahun. Dan tidak ada upaya- upaya untuk bermaksud menggurui. Hanya saja sebagai pandangan anak muda untuk mengenal lebih dekat lagi betapa besar perjuangan para pahlawan yang telah memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia. Lebih dan jelasnya silahkan dibaca.  

  Agustus, dalam catatan sejarah salah satu bulan yang bersejarah bagi bangsa dan negara.  Karena di bulan inilah momentum kemerdekaan dapat di bumingkan diseluruh dunia yang bermula pada tanggal 17 Agustus Tahun  1945.

 Sebagai bangsa yang besar, nilai-nilai kemerdekaan dilingkungan social selalu diperingati dengan beragam budaya oleh masyarakat. Misalnya; Bermain Bola, Voly ball, Gerak Jalan, Senam dan masih banyak lagi untuk menyambut dan memeriahkan kemerdekan Indonesia yang ke 79 Tahun. 

  Tentunya dengan agenda-agenda seperti itu sangat bermakna dan bernilai positif untuk menyambut dan memeriahkan Kemerdekaan Indonesia, sesuai dengan kepribadian masyarakat setempat. 

 Tetapi yang harus kita sadari, banyak peristiwa-peristiwa besar yang terjadi di Bulan Agustus sebelum Kemerdekaan Indonesia Tahun 45. Seperti, Bom Stom di Hirosima Tanggal 6 Agustus 1945, Bom Atom di Nagasaki Tanggal 9 Agustus 1945 dan yang paling terakhir Negara Jepang menyerah kepada sekutu tepatnya Tanggal 15 Agustus 1945.

   Dibalik masalah yang dihadapi oleh Jepang, menjadi peluang besar bagi Tokoh-Tokoh Nasionalis untuk mempercepat kemerdekaan Indonesia. Lantas apa-apa saja yang di lakukan para pendiri bangsa saat itu? 

1. Membubarkan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada Tanggal 7 Agustus 1945 Organisasi yang dibentuk oleh jepang 29 April 1945 tersebut ternyata dibubarkan oleh pendiri bangsa dan digantikan dengan Panitia persiapan Kemerdekaan Indonesia ( PPKI ) Yang beranggota 21 orang.

2. Isu kekalahan Jepang terdengar sampai ketelinga golongan muda sebut saja; Chaerul Saleh, Wikana, Soekarni, Sayuti melik, Yusuf Kunto, Sudiro, Bahrudin Mohammad Diah. Kehadiran golongan muda saat itu untuk mendesak Soekarno dan Moh. Hatta untuk menyatakan kemerdekaan. Akan tetapi soekarno dan hatta enggan menyatakan kemerdekaan tersebut. Kemudian tanpa berfikir panjang, tepatnya tanggal 16 Agustus 1945 Soekarno dan Moh.Hatta diculik untuk diamanakan di Rengasdengklok Agar tidak terpengaruh dengan golongan tua.

3. Setelah diamankan oleh golongan muda di Rengasdengklok. Kemudian tanggal 17 Agustus 1945 tepatnya pukul 10:00 Bung Karno membacakan teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang didampingi langsung oleh  Bung Hatta. 

4. 18 Agustus 1945 PPKI menetapkan dan mengesahkan Undang- Undang Dasar Negara republiK Indonesia Tahun 1945. Mengesahkan Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia mengangkat Ir. Soekarno sebagai Presiden dan Moh. Hatta sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia. 

5.Membentuk KNIP atau Komite Nasional Indonesia Pusat. KNIP Merupakan badan pembantu Presiden yang bertugas untuk menjalankan tugas kekuasaan Legislatif sebelum dibentuknya MPR Dan DPR.  

   Oleh karena itu, kata Bung Karno ” bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah” Maka bagaimana cara kita menghargai para pejuang? Yang pertama adalah; 

1.Memiliki Semangat Nasionalisme yang tinggi; 

2.Mengibarkan bendera merah putih sebelum 17 Agustus 2024;

3.Mengirimkan doa kepada pahlawan yang telah mendahului kita;

4.Dan yang terakhir, mengikuti upacara      bendera dengan ikhlas tanpa paksaan;

   Semoga dengan harapan- harapan itulah, bangsa kita menjadi kuat, tangguh, untuk selalu siap, menghadapi perkembangan zaman dan mempertahankan warisan leluhur yang telah mengantarkan kita kedepan pintu gerbang Kemerdekaan Indonesia, yang merdeka , bersatu, berdaulat adil dan makmur.

Merdeka!!

Nusantara Baru, 

Indonesia maju.


Penulis 

Syahril Yusup


Sumber bacaan

Sukarman Kamuli (2013) pendidikan pancasila dan kewarganegaraan. Penerbit, Ideas publishing, gorontalo. 

Marwati Djoened poesponegoro, Nugroho Notosusanto (Cetakan ke empat 2010) Sejarah Nasional Indonesia VI Zaman Jepang dan Zaman Republik indonesia. PT. (Persero) Penerbitan dan Percetakan  Balai Pustaka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

About

Responsive Advertisement