Setiap Orang Adalah Guru.


 


Oleh syahril yusup

Tak terasa proses itu membuakan hasil yg cukup mengesankan,  mengapa tidak ??? Sebab perjuangan hidup untuk menyongsong kemerdekaan berfikir tidak terlepas dari perantara manusia (Guru).

Memang Guru bukanlah tuhan, tapi Guru bagian dari campur tangan tuhan. untuk menyampaikan kebenaran kepada orang banyak, Karena itulah sampai hari ini  di mata bangsa Guru pembaharu fikiran.

seperti halnya ucapan  tokoh  indonesia di awal kemerdekaan: sebut saja KH Hasyim asy'ari Guru adalah pemegang mahkota pengetahuan yang akan disandangkan kepada murid-muridnya. Karena itu, guru mesti mempunyai etika yang jauh melebihi muridnya Dan selalu berusaha mendekatkan diri kepada Allah dalam keadaan apapun, bagaimanapun dan dimanapun.

Di sisi Lain juga, Guru tidak memaksa muridnya menjadi pintar atau cerdas,  tetapi kehadiran Guru di mata siswa adalah membawa ketenangan,  kebaikan,  kasih sayang, ahlaq dan mencotohi moralitas social. maka  kehadiran Guru saat ini merupakan cahaya paradigma bagi kaum pelajar  di era reformasi birokrasi dewasa kini.

Dari sekian elemen pendidikan, guru merupakan ujung tombak paling utama dalam mendidik peserta didik. Kualitas siswa bisa dilihat dari kualitas para guru yang mengajarnya. Karena guru selain memberikan materi pelajaran, juga bertugas memberikan keteladanan siswa dalam menyerap nilai pelajaran yang diajarkan. 

Keteladanan guru menjadi point paling besar, karena meresapkan nilai pelajaran dalam kehidupan nyata. 
Falsafah Jawa telah mengajarkan bahwa guru adalah digugu dan ditiru. Digugu berarti guru bisa dipercaya kualifikasi keilmuannya, Guru mampu menyampaikan materi sesuai dengan senyatanya, bukan hasil rekayasanya yang tak akurat. 

Guru yang digugu mempunyai kapasitas keilmuan yang cukup, hasil olah belajarnya yang tekun dan kemudian diajarkan secara cerdik kepada peserta didik. Sedangkan maksud ditiru adalah guru mampu mengajarkan kehidupan seharinya sebagai manifestasi tata keilmuan yang digelutinya. Apa yang diucapkan sesuai dengan dijalani sehari-hari. Peserta didik bisa mengambil materi pelajaran bukan saja dari buku, tetapi juga dari meniru sang guru yang lelaku hidupnya mencerminkan tingkat kualitas keilmuan yang diresapi. Kesatuan antara ilmu dan tindakan ini menjadikan guru sebagai guru yang digugu dan ditiru.
Hidup guru....! 
Jayalah indonesiaku, bangga jadi Guru!!!!

Dirgahayu GURU nasional


Penulis: Syahril yusup

Mantan ketum HMJ. IHK 2015

MANTAN SEKUM SENMA FIS 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

About

Responsive Advertisement