Oleh syahril yusup,
17 agustus tahun 1945 merupakan momentum kemerdekaan bangsa Indonesia dari sabang sampai maraoke. Tetapi sebelum kemerdekaan dapat direbut dari tangan kolonialisme. bangsa indonesia, pernah mengalami proses yang panjang untuk bisa merdeka, Akibat dari invansi kolonial selama 350 tahun.
Maka untuk menjawab pertanyaan di atas, dibawah ini merupakan gambaran secara umum terkait dengan penjajahan di Indonesia.
bagian lain, kedatangan belanda di Indonesia membutuhkan waktu sekitar 300 tahun untuk menaklukan seluruh wilayah indonesia. Semntara 350 tahun adalah pidato bung karno saat membangkitkan semangat rakyat indonesia pada saat perang menghadapi belanda pasca proklamasi kemerdekaan indonesia.
Singkat dari penjabaran di atas. Maka pada kesempatan kali ini, penulis menguraikan sedikit gambaran tentang peran pemuda dalam persiapan kemerdekaan indonesia yang dijajah oleh bangsa asing, bukan bangsa sendiri.!
Versi lain, pada sore hari tanggal 15 agustus 1945 dua orang pemuda bernama soebadio sastrosatomo dan soebianto datang di rumah bung hatta dengan mendiskusikan persiapan kemerdekaan indonesia. kaum muda memohon bantuan bung hatta agar kemerdekaan ini segera di proklamasikan mengingat jepang sudah menyerah kepada sekutu. selain itu, keinginan pemuda adalah kemerdekaan indonesia jangan di proklamasikan oleh panitia sembilan atau PPKI karena lembaga ini merupakan buatan jepang. alasanya, kemerdekaan indonesia harus di Proklamasikan oleh Soekarno melalui perantara Corong Radio, atas nama rakyat Indonesia sampai ke seluruh Dunia.
Namun permintaan Pemuda saat itu terhadap bung Hatta sempat terjadi ketegangan yang kurang lebih setengah jam dikarenakan kedua pihak sore itu memiliki perbedaan pendapat. Seperti halnya di katakan bung Hatta “ Jepang dengan perantaraan marsekal terauchi di daulat telah mengakui kemerdekaan Indonesia, yang pelaksanaanya akan di selanggarakan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia besok pagi pukul 10.00 di pejambon.
mendengar pernyataan bung Hatta, kaum Pemuda menolak dengan keras “itu harus di halangi!” dengan suara yang lantang. “ bung Karno sendiri yang harus mengucapkannya di muka corong radio atas nama rakyat indonesia” ucap, kaum muda di depan bung Hatta.
Dengan hati yang tenang, bung Hatta kembali menjelasakan di depan Pemuda “ Sukarno tidak mau meramapas hak panitia persiapan kemerdekaan. kemerdekaan yang di ucapkan Sukarno besok hari adalah bagian dari keterwakilan pemimpin Rakyat, sekaligus perwakilan Ketua Panitia Sembilan yang sejak awal sudah bekerja sama dengan pihak Jepang”.
nasehat bung Hatta di depan kaum Muda saat itu tidak berhasil. Justru kaum Muda menegaskan memiliki pendirian yang bersifat “Revolusiner”. Sebelum meninggalkan kediaman bung Hatta, suara sumbang keluar dari Pemuda “ di saat Revolusi kami, rupanya tidak dapat membawa bung serta, bung tidak Revolusioner” Mendengar ucapan Pemuda tersebut, bung Hatta hanya tersenyum dan menegasakan “ aku juga ingin mengadakan Revolusi dan mengedepankan organisasinya dahulu.” tindakan yang kalian lakukan bukan Revolusi tetapi Putsch, seperti yang di lakukan dahulu di Munchen Tahun 1923 oleh Hitler, tetapi gagal”
Dengan pernyataan bung Hatta saat itu , justru membuat kaum Muda marah dan terus pergi dengan mengucapkan perkataan “ Bung Hatta tidak bisa di harapkan untuk Revolusi.”
Penulis: Syahril Yusup (Mantan Ketua HMJ-IHK 2015- Mantan Wakil Ketua SENMA FIS 2016)
Daftar Pustaka:
Muhammad Hatta. (2011). Menuju Gerbang Kemerdekaan. Penerbit Buku Kompas.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar