Memahami Arti Nasionalisme.


  



Penulis Syahril Yusup,

Tulisan  ini hanya sebagai opini di media sosial.  bahwa ternyata, untuk memahami nilai- nilai persatuan di masyarakat adalah bagian dari nasionalisme . pertanyaannya adalah mengapa saya kemudian menyusun tulisan ini?                                                                                                                                                                                           
Hemat saya sederhana, bahwa untuk memajukan suatu bangsa dan negara tentu tidak terlepas dari sila ke 3 yakni, persatuan indonesia. Sebegaimana yang di ucapkan bung karno Negara Republik Indonesia ini bukan milik sesuatu golongan, bukan milik sesuatu agama, bukan milik sesuatu suku, tetapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke". Ungkapan Presiden Sukarno ini sangat relevan untuk digelorakan setiap saat, terutama akhir-akhir ini, dimana masyarakat Indonesia, sadar atau tidak sadar, terpolarisasi berdasarkan  primordialisme dan berkembangnya radikalisme. 

Secara umum indonesia adalah negara besar yang memiliki jumlah penduduk 270,6 juta tercatat pada tahun 2019. tentu  hal ini sangat rawan dengan ketimpangan sosial. Oleh karena itulah di abad 21 bangsa indoensia harus kuat dalam menegakan pancasila sebagaimana yang menjadi perekat seluruh bangsa indoensia yang berada di pangkuawan ibu pertiwi.

Harus di akui,  indoensia selain memiliki jumlah penduduk banyak. Ternyata Negeri ini juga memiliki pulau 2.590 tercatat pada tahun (2017). Karena itulah dengan jarak- jarak yang sulit di jangkau melalui darat ini bisa mengakibatkan berekmbang biaknya radikal yang mengancam persatuan bangsa indoensia. Menurut Prof.Dr Jimly Asshiddiqie, masyarakat Indonesia sangat terfragmentasi berdasarkan suku, agama dan geografis, berbeda dengan masyarakat di negara lain misalnya Amerika Serikat dan Australia. Masyarakat Indonesia yang berbeda suku, agama, bahasa dan budaya terpisahkan secara geografis. Misalnya suku batak Toba yang mayoritas Kristiani mendiami Tapanuli Utara dan sekitarnya, sementara Batak Mandailing/Sipirok yang mayoritas Islam mendiami Tapanuli Selatan dan sekitarnya. Demikian juga suku-suku di Sulawesi Utara mayoritas Kristiani, sementara suku-suku di Sulawesi Selatan mayoritas beragama Islam. Secara natural, masyarakat Indonesia jarang berbaur dengan keadaan tersebut.  

Dari penjebaran di atas, secara universal ini bisa menjadi tolak ukur bangsa indonesia untuk menumbuhkembangkan nilai-nilai nasionalisme dalam kehidupan sosial, demi kepentingan bersama untuk mempertahankan eksistensi pancasila sebagai cita- cita bangsa indonesia.
Upaya yang harus di lakukan, pertama:

1. Memperkenalkan Ilmu Pengetahuan Dengan Baik Dan Benar.
 Hal ini sebagai upaya untuk mencegah agar tidak terjadi tindakan- tindakan radikal yang di lakukakan oleh sekolompok orang tertentu.

2. Memahamakan ilmu pengetahuan yang baik dan benar. 
tujuan ini adalah transformasi ilmu kepada masyarakat sosial agar tidak salah faham dalam penyampaian ilmu pengetahuan. di sisi lain, tujuan pengamalan ilmu ini sebagai penguatan kepada masyarakat agar kekokohan pancasila bisa terjaga dengan baik dan benar.

3. Minimalisir Kesanjangan sosial
kesenjangan sosial yang terjadi juga dapat memicu munculnya pemahaman radikalisme dan tindakan terorisme. Sedemikian sehingga agar kedua hal tersebut tidak terjadi, maka kesenjangan sosial haruslah diminimalisir. Apabila tingkat pemahaman radikalisme dan tindakan terorisme tidak ingin terjadi pada suatu Negara termasuk Indonesia, maka kesenjangan antara pemerintah dan rakyat haruslah diminimalisir.

4. Menjaga Persatuan Dan Kesatuan
menjaga persatuan dan kesatuan juga bisa dilakukan sebagai upaya untuk mencegah pemahaman radikalisme dan tindakan terorisme di kalangan masyarakat, terbelih di tingkat Negara.
Sebagaimana kita sadari bahwa dalam sebuah masyarakat pasti terdapat keberagaman atau kemajemukan, terlebih dalam sebuah Negara yang merupakan gabungan dari berbagai masyarakat.

oleh karena itu, menjaga persatuan dan kesatuan dengan adanya kemajemukan tersebut sangat perlu dilakukan untuk mencegah masalah radikalisme dan terorisme.
Salah satu yang bisa dilakukan dalam kasus Indonesia ialah memahami dan penjalankan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, sebagaimana semboyan yang tertera di sana ialah Bhinneka Tunggal Ika.

Dari ke 4  poin utama di atas. menurut saya adalah salah satu kekuatan bangsa indoensia agar kuat memperkokoh nilai-nilai persatuan agar terhindar dari faham- faham radikal termasuk terorisme.
 
Penulis : Syahril Yusup (Ketua DPK-KNPI Tolinggula)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

About

Responsive Advertisement